Rumah Pembaca Indonesia

Sebuah gagasan yang dikembangkan dan diwujudkan dalam tindakan jauh lebih penting dibandingkan dengan sebuah gagasan yang tinggal hanya sebuah gagasan. — Buddha

Screenshot Rumah Pembaca Indonesia/RUMPI http://rumahpembaca.com

Screenshot Rumah Pembaca Indonesia/RUMPI http://rumahpembaca.com

SAAT gagasan membangun Rumah Pembaca Indonesia ini muncul lewat tulisan di blog ini di bulan April 2013, saya menerima banyak respon. Respon-respon tersebut kurang lebih terbagi dua kelompok: kelompok yang menyayangkan keputusan saya untuk keluar dari Goodreads.com dan kelompok yang justru mendukung ide membangun rumah pembaca Indonesia. Kelompok yang pertama jumlahnya jauh lebih besar, rata-rata memang pembaca yang saya kenal sejak saya bergabung dengan komunitas pembaca itu. Sedangkan kelompok kedua, lebih sedikit tetapi saya membaca banyak masukan dari mereka bagaimana seandainya nanti muncul Rumah Pembaca Indonesia. Masukan tersebut saya dapat karena saya sempat menggulirkan ajakan gotong royong. Mereka ini terdiri dari aktivis internet, pembaca, teknolog, web programmer, dan pembuat database.

Dari mereka, saya akhirnya tahu bahwa perkara membuat situs seperti Goodreads paling tidak harus menguasai teknologi bahasa pemrograman python (http://www.python.org/) — sebuah bahasa pemrograman level tinggi, jauh daripada kemampuan koding saya, bahkan programmer yang saya ajak diskusi. Di Indonesia, salah satu situs yang dibangun dengan bahasa pemrograman yang satu ini adalah Mindtalk.com.. Belum lagi gambaran server yang harus dimiliki, paling tidak kapasitas besar dan kemampuan Tier 1. Itu persoalan awal yang muncul. Akan tetapi sedari awal saya sadar, memang membangunnya bukan perkara sederhana. Itu sebabnya, saya banyak bertanya, khususnya kepada mereka yang paham database untuk memberi gambaran apa saja yang bisa dilakukan untuk mewujudkan gagasan awal saya.

Bulan Juli 2013, kali pertama saya mencoba memakai platform P2 Responsive berbasis wordpress — sebuah teknologi pemrograman yang bahkan jauh dari yang diusung python — hanya untuk mengetahui seberapa responsif bahasa ini untuk membangun komunikasi antar pengguna. Percobaan itu gagal. Dua bulan berikutnya, saya memakai platform yang sama, untuk mencoba tatap muka situs yang mengedepankan katalogisasi buku. Uji coba lebih berhasil, tetapi banyak keluhan karena aspek komunikasi antar pengguna tidak ada. Barulah pada 1 Desember 2013, rumah yang digagas dan diberi nama Rumah Pembaca Indonesia atau disingkat RUMPI itu benar-benar berdiri di rumahpembaca.com — menggabungkan kegiatan dokumentasi: katalogisasi dan pemetaan dengan komunikasi antar pengguna.

rumahpembaca-logoSebuah rumah maya yang terlewat sederhana sebetulnya — karena tidak menggunakan teknologi python ataupun server Tier I — tetapi biarlah. Mengutip kata Buddha tadi, paling tidak gagasan ini sudah menjadi tindakan. Semoga gagasan untuk melakukan katalogisasi buku, pemetaan pembaca, penciptaan ruang diskusi yang sehat, yang muaranya adalah independensi pembaca bisa terjadi di rumah ini. Maka dalam kesempatan ini, saya mengajak siapapun yang suka membaca, yuk saling berinteraksi di rumah ini dengan para penghuni lainnya di Rumah Pembaca Indonesia.

Lewat blog ini, saya mengucapkan terima kasih kepada para relawan Rumah Pembaca Indonesia yang telah memberikan dukungan sejak kali pertama gagasan ini muncul: Daniel Mahendra, Dian, Anazkia, Devy Lubis, Senda Irawan, Nabila Budayana, Ary, mataharitimoer, Ronny Agustinus, Ninus, Amanatia Junda, Gieb, Anna Subekti, Nesya Lestari Rachmawati, Ceacealia Dewitha, Akira Sudarto, Iyut Syfa, Triana Dyah, Rindi Danika, Sari Halida Hanun, Taman Baca Mahanani, Irwansyah, Dewi Wulandari, Lita Soerjadinata, Afandi Sido, Diah Utami Puspitarini, Abdyka Wirmon, Hernadi Tanzil, Zulfan Dacosta, Azia Azmi, Subhan, Leli, Pratono, Khairul Anam, Julia, John Ferry Sihotang, dan Arman Dhani selaku administrator RUMPI ke depan.

[dam]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s