Proses Penciptaan AlineaTV – TV Buku Pertama di Indonesia

Gagasan ini berangkat dari pengamatan bagaimana generasi layar sentuh, mereka yang kerap disebut “digital native”, mencari informasi dengan cara baru. Bagaimana mereka bisa begitu lekat dengan webseries, kultwit atau twitwar di internet dan social media, berkomunitas di dunia maya, jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Maka terciptalah, AlineaTV – TV Buku Pertama di Indonesia!

alineatv-646x220

AlineaTV.com – TV Buku Pertama di Indonesia

BAYANGKAN 5 tahun dari sekarang! Akan tiba saatnya, dunia digital merangsek lebih dalam lagi, mencengkeram kuat hidup generasi layar sentuh, mereka yang kerap disebut digital native, mengubah cara manusia mencari informasi. Saat informasi terdistribusi secara intensif lewat perangkat ponsel pintar, komunikasi interpersonal begitu tanpa jarak karena kemajuan teknologi, lalu kita membayangkan adanya dunia yang maju. Dunia yang maju? Belum tentu. Barangkali secara teknologi, kita maju. Tetapi bila kemajuan teknologi itu tidak turut disertai dengan kemampuan menciptakan subkultur kebudayaan dan pendidikan digital, saya hanya melihat generasi yang kian tercerabut dari akar darimana ia tumbuh, tumbuh menjadi konsumen informasi. Alih-alih menguat, lokalitas yang dulu begitu ingin kita jaga malah menghilang, digantikan informasi dari luar, yang asing, yang tak mengakar. Dunia tak lebih dari sekedar “Runaway World” versi Anthony Giddens atau “Global Village” versi Marshall McLuhan.

Mari berkutat dengan data agar sungguh tahu betul di mana posisi kita berdiri sekarang. Berdasarkan data terkini dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia memiliki sekitar 63 juta pemakai Internet per akhir tahun 2012. Meskipun jumlah pemakai Internet di Indonesia sangat tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, jumlah tersebut hanya mencakup seperempat, tepatnya 24,35%, dari total populasi Indonesia. Meski penyebaran akses Internet di Indonesia jauh dari merata, dan pemakai masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya tetapi dalam waktu cepat akan ada penyeimbangan peningkatan akses Internet untuk semua golongan sosial-ekonomi dan lokasi.

Justru persoalan 5 tahun mendatang adalah menyediakan konten. Saya kira dari alasan itulah, saya merintis jalan menyediakan konten tentang dunia perbukuan dan penulis dalam format tontonan. Mengapa buku dan penulis? Karena setelah tutupnya Mata Baca dan sejumlah rubrik buku di media-media nasional, ada kevakuman yang perlu diisi. Mengapa tontonan? Karena saya tahu insight masyarakat kita lebih senang mengunyah informasi tontonan daripada tulisan. Lalu mengapa memakai format new media, karena sasarannya adalah generasi digital native tadi.

Pilot project ini diawali pada bulan Desember 2011 dengan mulai mewawancarai NH Dini, penulis perempuan senior di Indonesia. Di tahap awal, digarap lewat blog gratisan dan format yang sederhana: Vlog. Ketika dalam perkembangannya, gagasan ini didorong menjadi webisode dengan nama program 1 Menit dan Bincang Buku. Lalu akhirnya, setelah menyiapkan model bisnis yang tepat dan melakukan studi teknologi, akhirnya dihadirkan format yang sekarang ini. Di belakang, AlineaTV didukung oleh Internet Sehat, Nulisbuku.com, Tanam Ide Kreasi, Blogger Buku Indonesia, PDS HB Jassin, dan sejumlah blogger, peresensi, penulis dan sastrawan yang menjadi kontributor tetapnya.

Dalam keterangan “Perihal” AlineaTV, saya tulis apa yang ditawarkan AlineaTV.

“AlineaTV menawarkan solusi publikasi dunia membaca dan menulis dalam format yang mudah diakses oleh kebanyakan masyarakat. Pengelola AlineaTV sadar betul bahwa jumlah publikasi media mainstream yang menyediakan ruang dalam bentuk halaman/jam siar untuk kegiatan membaca dan menulis semakin lama semakin sedikit, sehingga kehadiran AlineaTV diharapkan bisa mengisi dan menawarkan alternatif media yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja kreatif di dunia membaca dan menulis.”

Setelah merintis hampir 2 tahun, baru pada Agustus 2013, AlineaTV – TV Buku Pertama di Indonesia benar-benar dirilis resmi dan langsung mendapat liputan media nasional: Kompas dan Marketeers.com

marketeers.com

marketeers.com

Sekarang, AlineaTV.com dikelola oleh para profesional. Saya berharap betul, kehadirannya bisa diterima oleh masyarakat dan benar-benar membawa angin segar yang sangat dibutuhkan untuk mempromosikan dunia perbukuan dan menulis di tanah air ini.

“Pada akhirnya, kehadiran AlineaTV diharapkan bisa mengisi dan menawarkan alternatif media yang bisa gunakan oleh pekerja kreatif di dunia membaca dan menulis.”Marketeers.com

[dam]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s