Kisah di Balik Lorem Ipsum

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Pernah melihat tulisan di atas? Barangkali saat mau mencari di template blog? Atau saat ingin mengerjakan memakai software publishing? Saya akan share sedikit apa artinya.

Lorem ipsum atau disingkat lipsum seringkali diartikan pre-teks yang diletakkan sebelum tulisan yang sesungguhnya muncul. Biasanya digunakan sebagai standar penempatan teks pada naskah cetak. Kemunculannya sendiri diperkirakan tahun 1500-an saat industri percetakan booming. Namun secara luar biasa, lipsum tetap bertahan sampai ke era digital ini.

Software publishing Aldus Pagemaker yang dirilis pada tahun 1985 tetap menggunakan lipsum sebagai standar penempatan teks. Tetapi tidak banyak yang tahu apa sesungguhnya lipsum itu.

Ternyata lipsum bukan sembarang teks. Itu diambil dari naskah klasik sastra latin 45 SM. Ditulis Cicero dalam “De Finibus Bonorum et Malorum”. “De Finibus Bonorum et Malorum” berarti “Saat Berakhirnya yang Baik dan yang Jahat” ditulis Cicero sebagai filsuf pada zamannya. “Saat Berakhirnya yang Baik dan yang Jahat” terdiri dari 5 jilid tentang Epicureanisme (1-2), Stoicisme (3-4), Platonisme (5).

Teks itu sebenarnya terpotong di awal, karena dalam bahasa Latin tidak ada kata lorem. Selengkapnya Neque porro quisquam est qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit dst.

Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:

Sebagai contoh sederhana, siapa dari kita yang suka melakukan latihan fisik, kecuali kita melakukannya karena ingin meraih keuntungan tertentu? Tetapi siapa yang punya kuasa untuk menemukan kesalah pada orang yang memilih untuk hidup nikmat yang tak berkonsekuensi mengganggu, atau orang yang menghindari rasa sakit yang tidak menerbitkan rasa senang?

Demikian terjemahan saya dari teks Latinnya dan penjelasannya. Semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s