Posts Tagged ‘ kebudayaan ’
Bertentangan dengan apa yang diharapkan banyak pihak, kritikus justru telah lama mati sehingga karya-karya yang ada seolah berjalan tanpa kritik. Sebenarnya siapa yang berkepentingan atas kelahiran kritikus baru di tengah derasnya arus produktivitas karya, baik melalui media cetak maupun digital, kalau bukan kita? ADA kegelisahan dalam jagat menulis di sekitar kita. Kegelisahan itu menyangkut banyak [ BACA LEBIH LANJUT ]
Pembaca sekarang semakin selektif dan pintar. Bukan itu saja, kini pembaca bisa menunjukkan buku-buku apa yang mereka baca, sampul buku apa yang mereka suka, dan juga memberikan penghargaan bagi insan perbukuan yang menurut mereka layak mendapatkan. Pembaca kini telah bersuara dan berdaya! ADA APA dengan pembaca kita? Inilah pertanyaan kunci saat ini. Selama bertahun-tahun industri [ BACA LEBIH LANJUT ]
Puisi adalah sebuah ikhtiar paling jujur yang dimiliki seorang manusia untuk menggenapkan perasaannya. Lalu apakah yang ditulis, yang dibahasakan dengan lisal – akronim dari “tuLISan asAL-asalan” seperti dalam karya Sulis Gingsul atau racauan seperti dalam karya Gieb mengurangi ikhtiar itu? Tentu saja tidak. Sumber: http://gembiraloka.wordpress.com blognya Sulis Gingsul PERTANYAAN yang selalu saya ajukan setiap kali [ BACA LEBIH LANJUT ]
Tuliskan alamat email untuk mendapatkan kabar terkini setiap kali blog ini diperbaharui.
E: damar.juniarto@gmail.com T: @DamarJuniarto FB: http://www.facebook.com/DamarJuniarto