Masa Depan Perfilman Indonesia Adalah Sekarang
Kita tak perlu bernubuat setiap kali orang mempersoalkan masa depan perfilman. Yang perlu dilakukan adalah berbuat. Apa yang bisa diperbuat oleh penonton? Sederhana. Mari mulai menonton film-film Indonesia yang bermutu setiap kamis.

LANGIT seakan runtuh Jumat (25/11) lalu. Aura dari ruangan yang sejatinya menjadi cikal bakal percakapan penuh dinamika di antara orang-orang muda justru menjadi sekelam mendung di atas Jakarta. Apa yang terjadi? Kepada mereka yang menyimak isi Kopdar Budaya #8 bertajuk “Masa Depan Perfilman Indonesia” telah disodorkan berbagai fakta pahit situasi perfilman Indonesia. Dimulai dari dua sutradara muda berbakat: Ifa Ifansyah dan Andibachtiar Yusuf serta seorang aktor muda Oka Antara, masing-masing menyuarakan opini yang meresahkan mereka, kemudian berturut-turut penulis naskah Prima Rusdi dan publisis Ade Kusumaningrum menyoal berbagai kendala di dapur perfilman yang awam diketahui oleh penonton. Apa saja persoalan perfilman Indonesia?








